Keputusan Red Hat pada akhir tahun 2020 untuk mengubah arah pengembangan CentOS menjadi CentOS Stream menjadi titik balik bagi banyak pengguna Linux, terutama di lingkungan server dan perusahaan. Sebelumnya, CentOS dikenal sebagai sistem operasi yang stabil karena merupakan hasil rekonstruksi dari Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Banyak organisasi mengandalkan CentOS sebagai sistem operasi server karena menawarkan stabilitas kelas enterprise tanpa biaya lisensi. Namun, perubahan tersebut membuat CentOS tidak lagi berfungsi sebagai salinan stabil RHEL, melainkan menjadi distribusi yang berada “di depan” RHEL sebagai tempat pengujian fitur sebelum dirilis ke versi enterprise.
Penghentian CentOS Linux dilakukan karena Red Hat ingin memusatkan sumber daya pengembangan pada CentOS Stream. Menurut Red Hat, model ini memungkinkan komunitas berkontribusi lebih awal terhadap pengembangan RHEL sekaligus mempercepat inovasi. Meski demikian, keputusan tersebut mengejutkan banyak pengguna karena masa dukungan CentOS 8 dipersingkat secara signifikan, dari yang semula direncanakan hingga tahun 2029 menjadi berakhir pada 31 Desember 2021. Akibatnya, banyak administrator sistem dan perusahaan harus segera mencari sistem operasi pengganti yang tetap stabil, kompatibel dengan RHEL, dan memiliki siklus dukungan jangka panjang.
Sebagai respons terhadap perubahan tersebut, CloudLinux meluncurkan AlmaLinux pada tahun 2021 sebagai alternatif pengganti CentOS. Proyek ini kemudian dikelola oleh AlmaLinux OS Foundation agar bersifat independen dan berorientasi pada komunitas. AlmaLinux dirancang untuk memberikan kompatibilitas tinggi dengan RHEL, pembaruan keamanan yang konsisten, serta dukungan jangka panjang sehingga pengguna dapat bermigrasi dari CentOS dengan proses yang relatif mudah tanpa harus mengubah banyak konfigurasi sistem.
Di waktu yang hampir bersamaan, Gregory Kurtzer, salah satu pendiri asli CentOS, memperkenalkan Rocky Linux. Nama “Rocky” dipilih untuk mengenang Rocky McGaugh, rekan pendiri CentOS yang telah meninggal dunia. Rocky Linux hadir dengan misi meneruskan filosofi CentOS klasik, yaitu menyediakan distribusi Linux enterprise yang gratis, stabil, dan sepenuhnya kompatibel dengan RHEL. Hingga kini, AlmaLinux dan Rocky Linux menjadi dua pilihan utama bagi pengguna yang sebelumnya mengandalkan CentOS, karena keduanya menawarkan kestabilan, dukungan komunitas yang aktif, serta siklus pembaruan yang panjang untuk kebutuhan server, cloud, dan lingkungan produksi.