TANJUNG REDEB – Vaksinasi Covid-19 tahap dua di Kabupaten Berau masih berjalan. Dari tahap pertama sampai tahap dua, sebanyak 7.793 warga yang masuk skala prioritas telah menerima vaksin Covid-19. Rinciannya, 2.116 tenaga kesehatan yang divaksin pada tahap pertama, 4.742 pelayan publik, dan 935 lansia yang masuk prioritas tahap dua.

“Dari tahap pertama sampai sekarang, yang sudah menerima vaksin sebanyak 7.793 sasaran. Tapi yang sudah menerima dosis pertama dan kedua baru sebanyak 4.339 orang. Sisanya masih berjalan,” jelas Iswahyudi, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Rabu (31/3).

Jumlah itu kata dia tersebar di seluruh kecamatan. Tapi sasaran terbanyak dari empat kecamatan terdekat yang memang memiliki potensi besar, yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur.

Vaksinasi Covid-19 ini, lanjutnya, masih terus berjalan, khususnya dosis kedua untuk pelayan publik. Hanya saja, diakuinya ketersediaan vaksin Covid-19 saat ini mulai menipis. Diperkirakan dua hingga tiga hari ke depan persediaan vaksin Covid-19 di Kabupaten Berau akan habis. “Jika tak ada penambahan, dua atau tiga hari lagi sudah habis. Karena kita hanya menunggu distribusi dari pusat,” ungkapnya.

Disinggung vaksinasi tenaga pendidik atau guru jelang pemberlakuan pembelajaran tatap muka yang direncanakan Juli mendatang, Iswahyudi mengakui baru 200 guru yang sudah mendapat jatah vaksin. “Memang untuk sasaran guru kita alokasikan sebanyak 200 orang. Dan kami sangat tergantung dengan stok vaksin. Jika vaksin tersedia, kami tidak masalah melakukan vaksinasi seluruh guru di Kabupaten Berau,” jelasnya.

“Tetapi kalau vaksin terbatas, tentu ada yang belum divaksin. Mudah-mudahan saja itu tidak terjadi. Karena saya dengar di daerah Jawa sudah banyak sekolah atau kampus yang dilakukan vaksinasi. Mudah-mudahan kita di Berau tidak lama lagi ada alokasi vaksin khusus untuk guru,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Murjani mengatakan, terkait pelaksanaan belajar tatap muka yang direncanakan dimulai Juli mendatang, pihaknya masih akan berkoordinasi sembari melihat perkembangan Covid-19 di Kabupaten Berau.

Apalagi diakui Murjani, pihaknya telah banyak mendapat keluhan tenaga pengajar maupun orang tua siswa, terkait sistem pembelajaran jarak jauh dengan sistem online atau daring yang dinilai tidak efektif lagi. “Nanti kita koordinasikan dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Berau bagaimana ke depan dan langkah apa yang akan kita ambil,” kata Murjani, beberapa waktu lalu.

Murjani menegaskan, kalaupun sekolah tatap muka dilakukan, tentu masih tetap memperhatikan kondisi Covid-19. Paling tidak, jika wilayah kecamatan sudah masuk zona hijau, maka sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka.

“Misal, seminggu sekali tatap muka dalam kelas. Tapi itu bagi daerah yang sudah zona hijau. Karena guru juga banyak mengeluhkan kondisi mereka harus mendatangi satu persatu siswanya untuk memberi pelajaran, sehingga kalau sudah hijau akan dipertimbangkan,” jelasnya.

Sumber Berita : Beraupost, link berita silahkan buka di : https://berau.prokal.co/read/news/67440-baru-200-guru-terima-vaksin/6